Dewi, Ibu berusia sekitar 60 tahun itu akhirnya berhasil membuat sebuah “karya tulis” dari sebuah
peraga berupa bunga plastik di atas pot. Dengan menerapkan
"Rumus
ATM", di
atas secarik kertas, dalam waktu 10 menit, Ia pun berhasil merangkai sedikitnya 4 paragraf
tulisan.
Ia bersama perwakilan dari 10 wilayah Community Centre Surabaya lainnya,
Kamis (14/06/2012), mengikuti Pelatihan Blog dan Penulisan Kreatif. Development Kelompok Kerja Pilar Komunikasi dalam Program
Community Centre ini, ditujukan agar tiap wilayah bisa intens mengembangkan
blog yang dimiliki.
Selama ini, pengelola
blog Community Centre kerap mengalami kendala tentang bagaimana cara mengawali
membuat tulisan.
Seperti halnya Dewi, menulis
adalah pengalaman baru bagi ibu rumah tangga paruh baya itu. Ada juga Sutanto, pria yang
akrab dipanggil Kung Tanto lantaran seluruh rambutnya telah memutih ini, juga
"berhasil" merangkai tulisan. Rumus ATM, membuat Koordinator
Fasilitator Wilayah Surabaya Timur ini, mampu membukukan empat paragraf tulisan. Menariknya,
Ia membaca tulisannya dengan nada, alias di-lagu-kan. Jadilah seluruh peserta
ikut dalam lantunan "lagu" Kung Tanto.
Dengan
"rumus ATM", baik
Dewi, Sutanto maupun peserta lainnya, menemukan cara mudah membuat
sebuah tulisan.
Lalu, seperti apa sebenarnya "Rumus ATM" itu? ATM, diartikan
sebagai Amati, Tulis dan Modifikasi.
Bunga plastik di atas pot itulah yang dijadikan "obyek"
latihan menulis. Ia di-Amati dari berbagai sudut, baik ciri fisik seperti
warna, bentuk, kegunaan,
asal-usul dan lain sebagainya. Kemudian, hasil pengamatan
di-Tulis kata perkata sebagai data awal penyusunan tulisan. Data-data itulah yang kemudian
di-Modifikasi dan dirangkai menjadi sebuah tulisan.
“Hanya
dari hal sederhana, seperti
bunga plastik di atas pot pun bisa disusun sebuah tulisan. Bayangkan jika kita
menerapkan Rumus ATM untuk kegiatan
bank sampah di wilayah Bapak/Ibu, akan ada banyak data yang bisa ditulis untuk
menjadi inspirasi baru bagi pembaca tulisan Bapak/Ibu", ujar Fajar
Ramdhani dari Environment Team
Yayasan Unilever Indonesia yang kala itu menjadi narasumber penulisan kreatif.
Menurut Fajar, menulis adalah selera dan orisinilitas. Setiap orang
memiliki gagasan dan cara menulis yang berbeda-beda, semua adalah proses.
"Bagus atau jelek itu relatif, yang penting Bapak/Ibu harus mencoba dulu,
karena jika tidak, maka tidak akan lahir sebuah tulisan. Kita tak pernah tahu,
manakala orang lain mendapat
inspirasi dari tulisan kita, bukan?", ujar Fajar.
Bertolak dari pelatihan ini, setiap blog di wilayah Community Centre
akan dikompetisikan.
Rubrik yang ada di tiap blog, akan diseragamkan, juga akan diamati blog yang
sering berkomentar atau dikomentari. Ini ditujukan, agar tiap pengelola blog
Community Centre terpacu memanfaatkan media online sebagai salah satu sarana
"promosi" kampungnya.
Kita tunggu karya-karya
tulis berikutnya ya..



0 komentar:
Posting Komentar