“Aku
bisa bermain kapan saja. Tapi saat ada penimbangan di Bank Sampah Flamboyan, aku
akan datang dan membantu Ibu”.
Mungkin kalimat tersebut yang ada di benak Raihan kala itu.
Bocah berusia 7 tahun itu, tampak
menghampiri sang Ibu yang sedang “bertugas” di bank sampah. Disaat teman-teman
sebayanya sibuk bermain, Ia malah “ikut-ikutan
sibuk” di bank sampah.
“Awalnya saya kira Ia datang ke bank
sampah untuk minta uang jajan ke
ibunya, eh ternyata Ia membawa buku
tabungan dan sampah yang sudah terpilah dari rumah”, ujar Tri Mulyono,
pendamping program bank sampah dari LSM Wehasta.
Ibunda Raihan, Elly Indrawati adalah Sekretaris
Bank Sampah Flamboyan di RW 2 Ngaglik Baru, Kelurahan Kapasari, Kecamatan
Genteng. Mungkin saja, sifat peduli lingkungan Raihan lantaran mewarisi sifat sang
ibunda yang pengurus bank sampah.
Bank Sampah Flamboyan sendiri, baru
berjalan + satu bulan belakangan. Merupakan salah satu bank sampah baru
di Program Community Centre 2012. Penjualan dilakukan 2 minggu sekali dan kini
telah memiliki 43 nasabah. Dari situ, Bank Sampah Flamboyan telah mereduksi 400
kg sampah an organik dan berhasil meraup omset Rp 379.100,-.
“Ikut sibuk” di bank sampah seperti
ini, bukan pengalaman pertama bagi bocah yang duduk di kelas 2 SDN KAPASARI
VIII ini. Setiap Bank Sampah Flamboyan buka, Ia selalu datang membawa buku
tabungan dan sampah terpilah. Bahkan, Ia juga “turut andil” membantu pengurus
mengemas sampah terpilah dari para nasabah. “Mau bantu ibu, biar rumah bersih,
kampung juga bersih, nanti uangnya bisa untuk tambahan sekolah”, akunya polos
saat ditanya alasan mengapa ikut sibuk di bank sampah.
Selama dua kali penjualan sampah, kebiasaan
Raihan, setelah menyetor sampah Ia tak lantas pulang. Dibantunya para pengurus
bank sampah, misalnya menempatkan sampah yang sudah ditimbang sesuai jenis hingga
saat sampah dijual ke pengepul.
Diakui beberapa tetangga Raihan, bocah ini memang pintar, juara kelas
pula. Saat penerimaan Rapor Kenaikan Kelas beberapa minggu lalu, Raihan mendapat
Rangking 1 di kelasnya.
Apa yang dilakukan Raihan, tampak
sederhana. Entah disadarinya atau tidak, Raihan telah menjadi bagian sebuah
pekerjaan besar dan mulia, yaitu penyelamatan lingkungan.
Tetap semangat dan ajak teman-temanmu
ya Han!
(Tri M)



0 komentar:
Posting Komentar