Jumat, 20 Juli 2012

Menuai “Ceria” Hasil Tabungan Sampah Setahun

Sore itu (18/07/2012), Kantor Bank Sampah “Bersih Ceria”, di RW 2 Kelurahan Bulak Banteng, didatangi puluhan nasabahnya. Bukan lantaran ingin berdemo, namun para nasabah yang kebanyakan ibu-ibu itu, akan menerima tabungan sampahnya yang ditabung selama kurun waktu setahun belakangan.

Peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Bank Sampah Bersih Ceria, salah satu bank sampah di wilayah Program Community Centre Surabaya. Sumringah, jelas itulah ekspresi yang terpancar di setiap raut wajah para nasabah. Sore itu, mereka benar-benar membuktikan jargon yang kerap mereka dengar, bahwa “Sampah Jika Dikelola, Akan Mendatangkan Berkah”. Jerih payah nasabah selama setahun memilah sampah sesuai jenis sejak dari rumah pun, terbayar lunas.
Seperti diketahui, sejak menjalankan sistem bank sampah, hasil penjualan sampah di Bank Sampah Bersih Ceria akan dikembalikan ke nasabah, setelah satu tahun sejak bank sampah berdiri. Terhitung saat pertama kali menjual sampah pada tanggal 17 Juli 2011, begitu sistem bank sampah dijalankan di RW 2 Bulak Banteng. Hal ini merupakan kesepakatan para nasabah.
“Waduh dapat berapa ya, semoga cukup untuk Megengan (budaya tasyakuran menjelang Bulan Suci Ramadhan, Red),ujar Wayan, salah seorang nasabah yang juga pengurus Bank Sampah Bersih Ceria. Ibu satu anak ini sudah menjadi nasabah sejak Bank Sampah Bersih Ceria berdiri.
Sejalan dengan Wayan, Ni G.A Made sang Manager mengamini. “Memang kebanyakan nasabah mengaku uangnya akan dipakai untuk belanja keperluan megengan, jadi kami sebagai pengurus memilih waktu yang tepat untuk membagikannya. Semua ini berdasarkan kesepakatan nasabah“, ujar Made.
Genap setahun, Bank Sampah Bersih Ceria telah meraup omzet sejumlah Rp 6 juta dan memiliki 82 nasabah. Tiap bulan, rata-rata mampu mereduksi sampah an organik sekitar 500 kg. Tabungan yang diperoleh nasabah pun beragam. Menurut Made, minimal seorang nasabah setidaknya mendapat Rp 40 ribu. Bahkan, ada juga yang meraup hingga ratusan ribu rupiah. Wow!
Heni Lestari, selaku pendamping Program Community Centre mengatakan, “Ibu-ibu, berapapun yang didapat oleh nasabah, itu adalah hasil kerja keras selama satu tahun. Bisa saja cukup, bisa juga sangat kurang. Namun yang utama disini adalah penyelamatan lingkungan. Uang yang diperoleh, hal itu adalah bonus bagi nasabah”.
Heni melanjutkan, yang terpenting dalam menjalankan sistem bank sampah, adalah adanya rasa saling percaya antara nasabah dan pengurus. Dengan begitu, program bisa berjalan dengan baik dan berkembang.
Seperti yang dirasakan Made selama setahun menjadi Manager Bank Sampah Bersih Ceria. Menurutnya, waktu satu tahun masih merupakan tahap pembelajaran, yang terpenting adalah kemauan untuk mencoba dan terus belajar. Awalnya, kebanyakan nasabah belum tahu cara memilah sampah. Tapi sekarang nasabah sudah pintar semua.
“Nah, sudah dapat ilmu, dapat uang tabungan dari sampah lagi. Terima kasih buat Unilever, PKK Kota, Wehasta dan Paguyuban Fasilitator yang selama setahun ini telah membimbing kami. Semoga Bank Sampah Bersih Ceria bisa terus eksis, nasabah dan reduksi sampah bertambah, lingkungan juga semakin bersih”, ujar Made penuh semangat.
Genap setahun berjalan, nasabah Bank Sampah Bersih Ceria pun akhirnya menuai ceria.
Tetap ceria ya!

4 komentar:

selamat, semoga berfaedah dan membawa berkah.

Amiiiin...Sistem Bank Sampah membawa berkah untuk semua. Kawan-kawan di Community Centre Gading dan yang lainnya, jika ada cerita serupa yang menarik, silakan sharring ke kami ya untuk diangkat di blog Community Centre

Semangaaaat!!

Alhamdulillah Manyar sudah,, tp di blognya sendiri... hehehe

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More