Jika bank pada umumnya, dikenal sebagai
tempat untuk menabung uang. Jika bank sampah, apa yang ada dalam benak Anda?
Berawal pada tahun 2001 di Surabaya. Ketika itu, Yayasan Unilever Indonesia, menginisiasi sebuah program lingkungan berkelanjutan berbasis masyarakat, dengan membentuk satu wilayah percontohan. Ini merupakan implementasi Program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Unilever Indonesia Tbk di bidang lingkungan.
Program
ini kemudian lebih dikenal dengan nama Green and Clean. Program ini sarat
dengan kampanye dan edukasi lingkungan yang digulirkan melalui pendampingan. Ada tiga
prinsip yang diterapkan dalam setiap Program Yayasan Unilever Indonesia, yaitu
"Think Big, Start Small dan Move Fast".
Artinya, program diawali dengan mimpi
dan tujuan besar, lalu membentuk percontohan yang akan dijadikan model dan
bergerak cepat dengan melakukan replikasi program di berbagai wilayah. Hingga
awal 2012, Program Green and Clean pun telah dikembangkan di 10 kota besar di
Indonesia.
Pentingnya
pendampingan oleh Yayasan Unilever Indonesia, yaitu menjadikan Program Green
and Clean, terasa begitu kental dengan partisipasi dan swadaya masyarakat.
Sebuah kontribusi sosial yang potensial untuk menyokong upaya peningkatan
kualitas lingkungan kota secara berkelanjutan.
Satu hal
yang menjadi perhatian Program Green and Clean, adalah permasalahan sampah. Ya,
sampah. Ia kerap dipandang sebelah mata dari sisi dampak negatif yang
ditimbulkannya. Ia pula salah satu problematika lingkungan yang kerap dihadapi
oleh kota-kota besar di Indonesia.
Namun,
pernahkan Anda berpikir, bahwa sampah bisa diolah menjadi berkah? Paradigma
inilah yang coba didorong oleh Yayasan Unilever Indonesia, melalui pendampingan
berkelanjutan. Stigma negatif tentang sampah pun, perlahan mulai bergeser.
Masyarakat lebih memaknai sampah secara lebih positif. Sampah
yang awalnya hanya dibuang begitu saja, kemudian dipilah agar bisa diolah dan
tidak mencemari lingkungan.
Seiring perjalanannya, Program Green and Clean
pun, menorehkan ragam inspirasi tentang pengelolaan sampah. Salah satu yang digagas adalah Sistem Bank
Sampah. Sebuah manajemen pengelolaan sampah, yang selain potensial mengurangi
timbulan sampah rumah tangga, juga berdampak ekonomis bagi masyarakat.Sistem bank sampah inilah yang menjadi "pintu masuk" Program Community Centre Surabaya. Ia akan bergulir dan menjadi "benang merah", hingga terbentuk sistem di semua pilar yang ada di Community Centre.
***
Sistem
bank sampah, kini seakan menjadi "primadona" baru program
lingkungan berkelanjutan di banyak kota di Indonesia. Terlebih, bank sampah menjadi program nasional Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Nah, di 10
kota besar dimana Yayasan Unilever Indonesia menggulirkan Program Green and Clean,
tengah dikembangkan sistem bank sampah, yang dibentuk di beberapa wilayah
percontohan.
Jika saja,
sistem bank sampah dikembangkan di seluruh kota di Indonesia. Program ini akan
memberi kontribusi signifikan pada sisi lingkungan juga ekonomis. Menariknya
lagi, program ini digerakkan oleh partisipasi masyarakat. Dengan begitu, sistem
bank sampah bisa memberi harapan bagi kelangsungan program lingkungan secara
jangka panjang.
Menarik bukan? Silakan mencoba...



0 komentar:
Posting Komentar