Jumat, 04 Mei 2012

Alkisah Sistem Bank Sampah, Sejak Green and Clean Hingga Community Centre

Jika bank pada umumnya, dikenal sebagai tempat untuk menabung uang. Jika bank sampah, apa yang ada dalam benak Anda?


Berawal pada tahun 2001 di Surabaya. Ketika itu, Yayasan Unilever Indonesia, menginisiasi sebuah program lingkungan berkelanjutan berbasis masyarakat, dengan membentuk satu wilayah percontohan. Ini merupakan implementasi Program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Unilever Indonesia Tbk di bidang lingkungan.
Program ini kemudian lebih dikenal dengan nama Green and Clean. Program ini sarat dengan kampanye dan edukasi lingkungan yang digulirkan melalui pendampingan. Ada tiga prinsip yang diterapkan dalam setiap Program Yayasan Unilever Indonesia, yaitu "Think Big, Start Small dan Move Fast".
Artinya, program diawali dengan mimpi dan tujuan besar, lalu membentuk percontohan yang akan dijadikan model dan bergerak cepat dengan melakukan replikasi program di berbagai wilayah. Hingga awal 2012, Program Green and Clean pun telah dikembangkan di 10 kota besar di Indonesia.
Pentingnya pendampingan oleh Yayasan Unilever Indonesia, yaitu menjadikan Program Green and Clean, terasa begitu kental dengan partisipasi dan swadaya masyarakat. Sebuah kontribusi sosial yang potensial untuk menyokong upaya peningkatan kualitas lingkungan kota secara berkelanjutan.
Satu hal yang menjadi perhatian Program Green and Clean, adalah permasalahan sampah. Ya, sampah. Ia kerap dipandang sebelah mata dari sisi dampak negatif yang ditimbulkannya. Ia pula salah satu problematika lingkungan yang kerap dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia.
Namun, pernahkan Anda berpikir, bahwa sampah bisa diolah menjadi berkah? Paradigma inilah yang coba didorong oleh Yayasan Unilever Indonesia, melalui pendampingan berkelanjutan. Stigma negatif tentang sampah pun, perlahan mulai bergeser. Masyarakat lebih memaknai sampah secara lebih positif. Sampah yang awalnya hanya dibuang begitu saja, kemudian dipilah agar bisa diolah dan tidak mencemari lingkungan.
Seiring perjalanannya, Program Green and Clean pun, menorehkan ragam inspirasi tentang pengelolaan sampah. Salah satu yang digagas adalah Sistem Bank Sampah. Sebuah manajemen pengelolaan sampah, yang selain potensial mengurangi timbulan sampah rumah tangga, juga berdampak ekonomis bagi masyarakat.

Sistem bank sampah inilah yang menjadi "pintu masuk" Program Community Centre Surabaya. Ia akan bergulir dan menjadi "benang merah", hingga terbentuk sistem di semua pilar yang ada di Community Centre.
***
Sistem bank sampah, kini seakan menjadi "primadona" baru program lingkungan berkelanjutan di banyak kota di Indonesia. Terlebih, bank sampah menjadi program nasional Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Nah, di 10 kota besar dimana Yayasan Unilever Indonesia menggulirkan Program Green and Clean, tengah dikembangkan sistem bank sampah, yang dibentuk di beberapa wilayah percontohan.
Jika saja, sistem bank sampah dikembangkan di seluruh kota di Indonesia. Program ini akan memberi kontribusi signifikan pada sisi lingkungan juga ekonomis. Menariknya lagi, program ini digerakkan oleh partisipasi masyarakat. Dengan begitu, sistem bank sampah bisa memberi harapan bagi kelangsungan program lingkungan secara jangka panjang.
Menarik bukan? Silakan mencoba...

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More