Jumat, 04 November 2011

Sistem Bank Sampah, “Pintu Masuk” Community Centre Surabaya

Focus Group Discussion sistem bank sampah di Community Centre Surabaya
"Kader lingkungan, apa kabaar!", begitu pekiknya. Saat itu, Wihartuti Dwi Rahayu, Ketua Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya dan beberapa pengurusnya baru saja tiba di salah satu calon wilayah pilot project Program Community Centre.
Kala itu, beberapa wilayah di Surabaya memang sedang dipantau perkembangan program bank sampahnya. Ini dilakukan setelah sebulan sebelumnya diadakan pelatihan teknis sistem bank sampah disitu.
Sistem bank sampah, merupakan "pintu masuk" di pilar lingkungan, tahap awal bagi penentuan wilayah pilot project Program Community Centre. Tak hanya itu, calon wilayah pilot project pun harus melampaui target omzet, nasabah dan reduksi sampah melalui sistem bank sampah.
Seperti diketahui, Program Community Centre memiliki lima pilar, diantaranya Lingkungan, Ekonomi, Komunikasi, Sanitasi dan Nutrisi. Program ini diinisiasi oleh Yayasan Unilever Indonesia, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kota Surabaya dan didukung oleh Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya serta LSM Wehasta.
Community Centre merupakan program berkelanjutan, pendekatannya adalah dengan model pendampingan. Sejak awal disosialisasikan, tiap wilayah di lima titik Surabaya (Utara, Selatan, Pusat, Timur dan Barat) berhak mengajukan dan mempresentasikan program kerja Community Centre.
Pendampingan sistem bank sampah oleh Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya
Tiap wilayah kemudian melakukan bedah lingkungan dan mendapat pendampingan. Hingga ditentukan wilayah pilot project Community Centre. Tiap lima titik Surabaya, masing-masing terdapat dua wilayah pilot project, sehingga ada sepuluh wilayah Community Centre se-Surabaya. Terbentuknya wilayah “model” Community Centre di tiap titik Surabaya, akan memudahkan proses pembelajaran bagi wilayah di sekitarnya.
Seperti yang diutarakan Wihartuti Dwi Rahayu, “Saya berharap, ke depan tiap kecamatan di Surabaya memiliki satu wilayah yang menjadi percontohan sistem bank sampah. Idealnya, wilayah ini akan menjadi dampingan fasilitator setempat”. Ia pun berharap, fasilitator bisa berperan secara berkesinambungan. (fjr_kkek)

5 komentar:

untuk tim community centre surabaya kapan ada lagi sosialisasi dan pemantapan kami menunggu beritanya dan terima kasih sebelumnya.

Tetap semangat buat kawan-kawan gading-community.blogspot.com...Develop akan terus dilakukan untuk kemajuan wilayah community centre

semua program2 pembangunan adalah baik.. apa
pun bentuk pembangunannya, namun yang terpenting adalah pembangunan SDM pengelolanya... baik dari segi IQ, EQ, maupun SQ nya.. karena tanpa semua itu maka program-program yang dijalankan cepat/lambat akan menjadi bom waktu..

makasih semua dukungannya untuk kawan-kawan. Insyaallah untuk pembinaan berikutnya sudah terjadwal

@ anonim: terima kasih banyak atas masukannya. program environment dr Unilever yg dijalankan di Surabaya sesuai dengan prosedur kelembagaan dan alhamdulilaah diterim dg baik oleh masyarakat. selain itu bisa memberi edukasi arti penting menjaga lingkungan. terkait dengan kekurangan sebuah program adalah bagian dari kelemahan kami sebagai manusia semata. sekali lagi terima kasih masuknnya.

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More