Selasa, 15 Mei 2012

”Berpikir Global, Memetakan Lokal” Dengan Green Map, Ansos dan PRA

Setelah dua hari (12,13/05/2012) Workshop "Pengenalan Green Map, Ansos dan PRA" di Villa Nasta Inn, Trawas, Mojokerto, niscaya kapasitas Pengurus Paguyuban Fasilitator Lingkungan Surabaya akan meningkat. Fasilitator seakan diajak berpikir global melalui pemetaan lokal, dalam "meracik" program lingkungan.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan fasilitator sesuai perannya di Program Community Centre 2012, dimana fasilitator masuk dalam struktur pelaksana program. Ia lah yang akan “mengawal” program sejak awal, hingga pendampingan maupun monitoring dan evaluasi.
“Green Map” sangat membantu dalam pemetaan wilayah binaan. Terlebih, sistem bank sampah, sebagai bagian dari Pilar Lingkungan di Program Community Centre, akan direplikasi ke seluruh wilayah Surabaya.
Green Map sendiri merupakan peta tentang potensi alam, budaya dan elemen kehidupan keberlanjutan suatu kawasan. Baik yang bersifat positif maupun negatif dan dibuat oleh komunitas atau masyarakat setempat, dengan menggunakan ikon peta hijau (green map).
"Saya pikir, fasilitator lingkungan adalah orang yang tepat untuk membuat Green Map Surabaya dengan tema lingkungan. Tidak ada yang lebih memahami wilayah, dibandingkan Bapak/Ibu sekalian. Dari banyak pengalaman, Green Map bisa dijadikan dasar dan rekomendasi dari komunitas, untuk menyusun sebuah program”, ujar Catur, dari PPLH Bali sekaligus anggota komunitas Green Map Indonesia yang kala itu menjadi narasumber.
Materi Green Map semakin lengkap saat narasumber berikutnya Abyz Wigati, seorang aktivis pemberdayaan masyarakat dari Institut Pertanian Malang, memaparkan tentang Ansos dan PRA. Disini para fasilitator diajarkan membuat dua macam tools (baca : alat, Red), yaitu Diagram Venn dan Kalender Musim. 
“Tools” yang pertama, yaitu Dengan Diagram Venn. Disini kita bisa melihat seberapa “besar” dan seberapa “dekat” kontribusi lembaga-lembaga yang ada di masyarakat, terhadap sebuah komunitas. Semua disimbolkan dengan gambar lingkaran. Komunitas, disimbolkan dengan gambar lingkaran yang terbesar.
Sedangkan lembaga yang ada di komunitas, disimbolkan dengan lingkaran yang lebih kecil dari lingkaran komunitas. Makin besar lingkaran sebuah lembaga, artinya makin besar kontribusinya terhadap komunitas dan sebaliknya. Makin dekat jarak peletakannya, artinya makin dekat pula keberadaan program dari sebuah lembaga terhadap komunitas. “Melalui Diagram Venn, kita akan lebih mudah dan cermat melihat potensi yang ada di sekeliling kita”, ujar Wigati.
“Tools” berikutnya adalah “Kalender Musim”, bentuknya seperti tabel yang berisi kegiatan atau kebiasaan di suatu wilayah dalam setahun dan dilakukan secara rutin, sehingga membentuk pola kebiasaan masyarakat di suatu wilayah. Kalender Musim, akan bermanfaat ketika kita merencanakan program atau kegiatan di suatu wilayah, termasuk penjadwalannya.
“Workshop kali ini merupakan hal baru bagi fasilitator dan sangat bermanfaat untuk menyusun program yang lebih terencana dan terarah”, ujar Wihartuti Dwi Rahayu selaku Ketua Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya. Ia pun mengutarakan keinginannya dapat membuat Green Map bertema Bank Sampah Surabaya.

3 komentar:

Mantabs,,,, semoga ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di fasilitator lingkungan aja, tetapi ditularkan ke kader-kader lingkungan yang lain serta di aplikasikan dengan baik...

Mantabs,, semoga ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di fasilitator lingkungan tetapi juga di salurkan ke kader-kader lingkungan serta di aplikasikan dengan baik....

Terima kasih kawan-kawan di manyarsabrangan-community.blogspot.com atas atensinya. Tim Community Centre Surabaya bersama kawan-kawan PKK Kota Surabaya, Wehasta dan Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya secara bertahap akan berbagi, meski tidak harus secara formal begitu ya..

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More