Setelah dua
hari (12,13/05/2012) Workshop "Pengenalan Green Map, Ansos dan PRA" di Villa Nasta Inn, Trawas, Mojokerto, niscaya
kapasitas Pengurus Paguyuban Fasilitator Lingkungan Surabaya akan meningkat. Fasilitator seakan diajak “berpikir global melalui pemetaan lokal”, dalam "meracik" program lingkungan.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan
fasilitator sesuai perannya di Program Community Centre 2012, dimana
fasilitator masuk dalam struktur pelaksana program. Ia lah yang akan “mengawal”
program sejak awal, hingga pendampingan maupun monitoring dan evaluasi.
“Green Map” sangat membantu dalam
pemetaan wilayah binaan. Terlebih, sistem bank sampah, sebagai bagian dari
Pilar Lingkungan di Program Community Centre, akan direplikasi ke seluruh
wilayah Surabaya.
Green Map sendiri merupakan peta tentang
potensi alam, budaya dan elemen kehidupan keberlanjutan suatu kawasan. Baik yang bersifat positif maupun negatif dan dibuat oleh komunitas atau masyarakat
setempat, dengan menggunakan ikon peta
hijau (green map).
"Saya
pikir, fasilitator lingkungan adalah orang yang tepat untuk membuat Green Map
Surabaya dengan tema lingkungan. Tidak ada
yang lebih memahami wilayah, dibandingkan Bapak/Ibu sekalian. Dari banyak pengalaman, Green Map bisa dijadikan
dasar dan rekomendasi dari komunitas, untuk menyusun sebuah program”, ujar Catur,
dari PPLH Bali sekaligus anggota komunitas Green Map Indonesia yang kala itu
menjadi narasumber.
Materi Green Map semakin lengkap saat narasumber
berikutnya Abyz Wigati, seorang aktivis
pemberdayaan masyarakat dari Institut Pertanian Malang, memaparkan tentang
Ansos dan PRA. Disini para fasilitator diajarkan membuat dua macam tools (baca : alat, Red), yaitu Diagram Venn
dan Kalender Musim.
“Tools” yang
pertama, yaitu Dengan Diagram Venn. Disini kita bisa melihat seberapa “besar”
dan seberapa “dekat” kontribusi lembaga-lembaga yang ada di masyarakat,
terhadap sebuah komunitas. Semua disimbolkan dengan gambar lingkaran.
Komunitas, disimbolkan dengan gambar lingkaran yang terbesar.
Sedangkan lembaga yang ada di
komunitas, disimbolkan dengan lingkaran yang lebih kecil dari lingkaran
komunitas. Makin besar lingkaran sebuah lembaga, artinya makin besar kontribusinya terhadap komunitas dan sebaliknya. Makin dekat jarak peletakannya, artinya
makin dekat pula keberadaan program dari sebuah lembaga terhadap komunitas. “Melalui
Diagram Venn, kita akan lebih mudah dan cermat melihat potensi yang ada di
sekeliling kita”, ujar Wigati.
“Tools” berikutnya adalah “Kalender Musim”, bentuknya seperti
tabel yang berisi kegiatan atau kebiasaan di suatu wilayah dalam setahun dan dilakukan secara rutin, sehingga membentuk pola kebiasaan masyarakat di suatu
wilayah. Kalender Musim, akan bermanfaat ketika kita merencanakan
program atau kegiatan di suatu wilayah, termasuk penjadwalannya.
“Workshop
kali ini merupakan hal baru bagi fasilitator dan sangat bermanfaat untuk
menyusun program yang lebih terencana dan terarah”, ujar Wihartuti Dwi Rahayu
selaku Ketua Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya. Ia pun
mengutarakan keinginannya dapat membuat Green Map bertema Bank Sampah Surabaya.



3 komentar:
Mantabs,,,, semoga ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di fasilitator lingkungan aja, tetapi ditularkan ke kader-kader lingkungan yang lain serta di aplikasikan dengan baik...
Mantabs,, semoga ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di fasilitator lingkungan tetapi juga di salurkan ke kader-kader lingkungan serta di aplikasikan dengan baik....
Terima kasih kawan-kawan di manyarsabrangan-community.blogspot.com atas atensinya. Tim Community Centre Surabaya bersama kawan-kawan PKK Kota Surabaya, Wehasta dan Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya secara bertahap akan berbagi, meski tidak harus secara formal begitu ya..
Posting Komentar