
Baru dua bulan berjalan, bank sampah ini sudah menghasilkan omzet sekitar Rp 1,8 juta dengan nasabah mencapai 75 orang.
Bagaimana bisa pengurus Bank Sampah Manyar Mandiri, Kelurahan Manyar Sabrangan mencapainya ?
Afifah, Sang Manager pun membeberkan berbagai trik, saat simulasi sistem bank sampah di Hari Aksi Community Centre wilayah Surabaya Timur, Rabu (16/11/2011).
Ini adalah Hari Aksi "edisi kedua", yaitu di wilayah Manyar Sabrangan. Dyah Katarina, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya hadir kala itu. Hadir juga, fasilitator dan lurah maupun camat se-wilayah Surabaya Timur.
Dalam sambutannya, Dyah Katarina menyampaikan, "Kita layak berbangga memiliki masyarakat dengan jiwa partisipatif yang tinggi, seperti disini. Khususnya di bidang lingkungan, melalui bank sampah. Masyarakat pun mendapat keuntungan ekonomis dari sampah. Salut untuk warga Manyar Sabrangan".
Sejalan dengan itu, Afifah mengakui bahwa, kebiasaan memilah sampah sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, tapi sifatnya masih global. "Sejak ada sistem bank sampah, hasilnya dikembalikan pada nasabah, sesuai sampah yang disetornya. Selain administrasinya juga makin rapi", ujar Afifah.
Lebih lanjut dijelaskannya, pengurus bank sampah Manyar Mandiri, selain dari kalangan ibu-ibu kader lingkungan, juga Karang Taruna. Kalangan muda usia ini pun, perannya cukup dominan. Tiap Hari Minggu, dua minggu sekali saat bank dibuka, Karang Taruna lah yang melakukan pencatatan dan penimbangan sampah. "Kadang hingga siang hari kita baru selesai, padahal bank sudah buka sejak jam 8 pagi", ujar Andik salah seorang pengurus dari Karang Taruna.
Karena inilah, nasabah sepakat jika hasil penjualan sampah, sejumlah 90% untuk nasabah dan 10% untuk kas Karang Taruna. Pihak bank juga memberi fasilitas pinjaman bagi nasabah. "Apa ada, bank memberi kredit, tapi bayarnya pakai larakan (baca : sampah,Red)?, adanya ya di bank sampah", ujar Afifah disambut tawa audiens.
Seusai simulasi, peserta digiring melihat display produk unggulan "asli bikinan" warga Manyar Sabrangan. Diantaranya, souvenir dan hiasan berbahan dasar sampah plastik yang dilelehkan, ada juga telur asin buatan warga setempat.
Berlanjut meninjau bank sampah. Disini, Dyah Katarina sempat menorehkan kalimat motivasi di atas kanvas.
Bertolak dari bank sampah, "menu" berikutnya adalah meninjau water treatment. Alat ini dimanfaatkan warga untuk mengolah air limbah rumah tangga, menjadi lebih bersih dan tak berbau. Gunanya untuk menyiram tanaman.
Hingga sampai di "suguhan" terakhir, Karang Taruna menunjukkan blog milik Manyar Sabrangan. Begitu klik manyarsabrangan-community.blogspot.com, muncul acara Hari Aksi yang baru berlangsung. Tak ketinggalan, Dyah Katarina pun menulis komentar di blog tersebut.



0 komentar:
Posting Komentar