Kamis, 05 Januari 2012

Hari Aksi Wilayah Surabaya Barat

Rangkaian Hari Aksi Community Centre, pungkas di RW 5 Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri. Sebagai pamungkas, sajian Hari Aksi wilayah Surabaya Barat itu memang cukup menarik.
Aula RW 5, sore (30/11/2011) itu pun dibuat sesak oleh fasilitator, kader lingkungan, lurah dan camat se-wilayah Surabaya Barat. Hadir juga Pengurus Paguyuban Fasilitator Lingkungan Kota Surabaya. Tak ketinggalan, pengurus bank sampah dari 9 wilayah Community Centre Surabaya lainnya. Mereka sengaja diundang untuk mensosialisasikan bank sampah, melalui aneka tampilan semacam parodi maupun parikan.
Dyah Katarina, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya juga hadir sekaligus meresmikan “Bank Sampah Lidah Harapan”, Kelurahan Lidah Wetan. Di depan bank sampah, sepasang merpati diterbangkan oleh Dyah Katarina bersama pengurus bank sampah, menandai peresmian tersebut.
Wilayah yang terletak di kawasan Perumahan Lembah Harapan itu, memang sudah sejak lama melakukan pemilahan sampah. Namun, sejak enam bulan belakangan, adanya Program Community Centre membawa banyak perubahan. Sejak saat itu, setiap dua minggu sekali, warga (nasabah, Red) menyetorkan sampah kering yang sudah terpilah sesuai jenisnya dari rumah, ke bank sampah.
Kini, Bank Sampah Lidah Harapan memiliki tiga cabang, yaitu di RT 1, 2 dan 3. Dari ketiga cabang itu, jika dikomulatifkan, setiap bulan omzetnya sekitar 800 ribu rupiah. Bahkan tak jarang juga, mencapai satu juta lebih.
“Sejak menjalankan sistem bank sampah, tiap bulan nasabah bank kami selalu bertambah”, ujar Nurjali Sang Manager. Sejalan dengan Nurjali, saat simulasi sistem bank sampah, Ibu Suladi, dari divisi administrasi mengaku, bahwa Ia selalu mencatat setiap perkembangan bank sampah, baik itu hasil penjualan, omzet hingga berapa reduksi sampah dan apa saja jenisnya.
“Jadi, kalau sewaktu-waktu ada yang ingin tahu perkembangan bank sampah, kita sudah siap dengan data-datanya”, ujar Ibu Heru, salah seorang pengurus bank sampah menambahkan. Kini, Bank Sampah Lidah Harapan telah memiliki 135 nasabah dan omzetnya lebih dari 4 juta rupiah.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang program lingkungan maupun Community Centre di Kelurahan Lidah Wetan itu, ada juga blog community centre, yaitu di www.lidahwetan-community.blogspot.com.
Di akhir Hari Aksi wilayah Surabaya Barat itu, Dyah Katarina menggambarkan kekagumannya atas Program Community Centre dan sistem bank sampah di kawasan perumahan tersebut. Di sebuah kanvas, Ia menulis “Ayo ubah sampah menjadi berkah. Mari berlomba-lomba menjaga lingkungan kita tetap bersih dan hijau. Ubah mindset, bahwa sampah harus dibuang, tapi harus dikelola dengan cerdas”.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More